Penyebab Catalytic Converter Mampet

Salah satu penyebab catalytic converter mampet adalah ppenyakit yang sama dimiliki oleh converter katalis atau yang bisa disebut dengan catalic converter yang sangat mempengaruhi kinerja pada mesin kendaraan adalah ketika katalisator yang berfungsi sebagai saringan itu melele dan membuntu. Jika membuntu maka gas buang mesin tidak akan bisa mengalir dnegan lancar kemudian akan terjadi tekanan balik. Akibat selanjutnya adalah tenaga yang akan dihaslkan mesin menjadi payah. Dengan kondisi seperti ini biasanya pengemudi akan sering menginjakkan pedal gas lebih dalam, maka hasilnya adalah bahan bakar kendaraan anda semakin boros saja.

Penyebab Catalytic Converter Mampet

Penyebab Catalytic Converter Mampet - OtoGrezz

Jika anda tidak menginginkan hal itu terjadi anda bisa memeliharanya. Pada tahap pertama ketika CC digunakan pada mesin diesel di Indonesia pengemudi banyak sekali yang mengeluh karena pada jarak tertentu tenaga yang dihasilkan sangat payah. Banyak sekali para teknisi yang mengusulkan untuk mengatasinya, butuh jarak sejauh 1 KM untuk mendorong kotoran CC. Kemudian dilain hal mereka tidak menganalisis faktor penyebab sesungguhnya, misalnya saja kualitas, bahan bakar, setelan, dan kondisi komponen mesin.

Kasus didunia yang lainnya menunjukkan bahwa CC buntuk karena mesin bekerja dengan campuran bahan bakar yang terlalu kaya. Akibatnya banyak sekali hidrokarbon atau bahan bakar yang masih belum terbakar berada di katalisator. Pada kondisi yang seperti ini suhu katalisator semakin tinggi. Bila terus berlanjut, maka katalisator terbakar dan meleleh. Lelehan tersebut akan menyumbat lubang – lubang kecil katalisator yang berfungsi sebagai saringan.

Campuran bahan bakar yang terlalu kaya bisa terjadi pada persoalan injector atau pada sensor oksigen. Sensor oksigen sangat berperan dalam hal ini. Pasalnya, sensor selsalu memantau komposisi oksigen yang dihasilkan gas buang untuk menetukkan komposisi campuran, kemudian dikirim ke komputer mesin. Selanjutnya, komputer mesin akan bertugas untuk mengatur apakah harus mengurangi takaran jumlah bahan bakar yang disemportkan atau justru harus menambahkannya.

Baca juga : cara merawat motor matic injeksi